Liputan6.com, Jakarta – BMW resmi mengumumkan gebrakan baru dengan menghadirkan X5 generasi terbaru yang akan tersedia dalam lima pilihan mesin berbeda, termasuk varian hidrogen. Langkah ini menjadikan X5 sebagai SUV pertama di dunia dengan opsi bensin, diesel, plug-in hybrid, listrik penuh, dan hidrogen sekaligus.
Berdasarkan laporan Autoevolution, Selasa (23/9/2025), keputusan BMW ini menunjukkan bahwa masa depan mobilitas tidak bisa hanya bertumpu pada satu teknologi. Mereka memilih untuk membuka banyak opsi, sesuai kebutuhan konsumen dan infrastruktur energi di berbagai negara.
BMW X5 terbaru tetap membawa aura mewah khas SUV premium dengan tampilan modern dan gagah. Gril besar khas BMW, dipadukan dengan garis aerodinamis yang tegas, menegaskan identitasnya sebagai kendaraan prestisius. Meski detail akhir desain varian hidrogen masih dirahasiakan, foto prototipe iX5 Hydrogen sudah cukup memberi gambaran soal kesan futuristis yang ditawarkan.
Keunikan lain ada di balik proses produksinya. BMW berinvestasi besar dalam fasilitas manufaktur fleksibel yang memungkinkan mesin bensin, diesel, listrik, hingga hidrogen diproduksi di jalur yang sama. Artinya, BMW bisa menyesuaikan produksi sesuai permintaan pasar global tanpa harus membangun jalur khusus untuk setiap jenis mesin.
Pendekatan ini membuat X5 tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga kuat secara strategi produksi. Konsumen di negara maju dengan infrastruktur listrik lengkap hingga negara yang masih mengandalkan bahan bakar fosil tetap bisa memiliki varian yang sesuai.
Teknologi dan Performa Hidrogen
Yang paling menarik perhatian tentu hadirnya BMW iX5 Hydrogen. Setelah bertahun-tahun menjalani uji coba dan muncul dalam berbagai foto spyshot, SUV bertenaga hidrogen ini akhirnya siap masuk jalur produksi massal pada 2028.
Teknologinya dikembangkan bersama Toyota dan kini sudah masuk generasi ketiga. Hasilnya, efisiensi lebih tinggi, jarak tempuh lebih jauh, dan performa yang tetap menyuguhkan “kesenangan berkendara” khas BMW. Michael Rath, Vice President Hydrogen Vehicles BMW, bahkan menyebut iX5 Hydrogen sebagai “BMW sejati dengan nol emisi.”
Selain ramah lingkungan, keunggulan utama mobil hidrogen adalah waktu pengisian bahan bakar yang jauh lebih cepat dibanding mobil listrik murni. Hal ini menjadikannya pilihan ideal bagi pengendara jarak jauh atau mereka yang tinggal di daerah dengan infrastruktur pengisian baterai yang masih terbatas.
Harga dan Ketersediaan
BMW memastikan iX5 Hydrogen akan diproduksi di Plant Steyr, Austria, yang menjadi fasilitas mesin terbesar mereka. Komponen inti sel bahan bakarnya akan dibuat di Plant Landshut, Jerman. Produksi skala besar dijadwalkan dimulai pada 2028.
Sebagai langkah awal, Jerman dan Prancis akan menjadi negara pertama yang menikmati iX5 Hydrogen lewat proyek percontohan HyMoS (Hydrogen Mobility at Scale). Program ini menggabungkan kebutuhan dari bus, truk, hingga mobil penumpang untuk mempercepat pembangunan ekosistem hidrogen.
Harga resminya memang belum diumumkan. Namun, sebagai SUV premium dengan teknologi canggih, banderolnya diperkirakan lebih tinggi dari varian listrik penuh. Informasi detail kemungkinan baru akan dirilis menjelang peluncuran resmi.